Rakor Monev KUR

Kategori : DINAS KOPERASI DAN UKM ACEH Senin, 05 Agustus 2019


Banda Aceh, 2 Agustus 2019, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh mengadakan Rapat koordinasi dan Evaluasi Monitoring Kegiatan Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara Pendamping KUR, Pembina Pemdamping KUR dengan Bank Pelaksana yang berlangsung di Hotel Grand Aceh dari tanggal 1 s.d 3 Agustus 2019.
Dalam laporan panitia yang disampikan Sdri. Kausar Hanum SE, MM Kasie Pengembangan Penguatan dan Perlindungan Koperasi, Rakor dan Monev Pelaksanaan KUR ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana program kegiatan KUR ini berjalan di tengah masyarakat kita ini, serta hambatan hambatan apa saja yang ditemui dan bagaimana penyelesaiannya saat pendamping KUR dalam melaksanakan tugas pendampingan untuk mencari calon debitur potensial agar memperoleh pinjaman dana KUR dari Bank Pelaksana, dengan harapan bila program KUR ini berjalan sesuai rencana kita, tentunya akan membawa dampak yang positif dalam rangka memberdayakan usaha mikro kecil dalam rangka memperoleh Akses Pembiayaan (kredit) untuk melakukan usaha produktif sehingga dapat mengembangkan usaha menjadi lebih maju lagi.
Pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Monitoring dan Evaluasi Pendamping KUR dibuka oleh Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh bapak Zulfadli, SE , MM, dalam hal ini mewakili Kepala Dinas.
Dalam sambutan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh yang disampaikan oleh bapak Zulfadli, SE , MM, mengatakan bahwa kegiatan ini dipandang perlu sebagai salah satu upaya untuk tercapai pengembangan sektor riil dan pemberdayaan KUMKM dan juga merupakan momentum penting dalam pembinaan koperasi dan UMKM di Provinsi yang kita cintai ini.
Dalam kesempatan tersebut bapak Zulfadli, SE, MM mengharapkan kepada Pendamping KUR bekerja secara maksimal untuk membantu para calon debitur potensial di daerahnya, sehingga pelaku KUMKM yang selama ini mengalami kesulitan dalam memperoleh modal, akan teratasi dengan bantuan para pendamping KUR untuk mencari modal agar dapat mengembangan usaha selanjutnya dan tidak kalah pentingnya juga kepada para Pembina pendamping KUR di daerah untuk membina dengan baik pendamping KUR yaitu dengan saling berkoordinasi dalam pelaksanakan tugas pendamping KUR dilapangan. Dan dengan demikian hambatan hambatan yang ada dapat diselesaikan cepat.
Sebelum acara pembukaan ditutup, Bank Rakyat Indonesia membagi Kartu BRILINE kepada para Pendamping KUR se Aceh. Kartu Briline berguna sebagai tanda pengenal identitas pendamping KUR dan juga berfungsi sebagai perwakilan BRI yang bisa digunakan jasa pelayan penarikan maupun penyetoran dana pada BRI juga bisa juga sebagai jasa pembayaran seperti listrik, PAM, telpon dan lain-lainnya.
Peserta rapat yang datang dari daerah sebanyak 23 pendamping KUR dan 23 Pembina Pendamping KUR dari 23 Kabupatan/Kota se-Aceh. Sedangkan Narasumber dihadirkan dari Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM RI yakni bapak Dendi Koeswara, dari Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri dan Bank Nasional Indonesia.
Dalam paparan dari Kemenkop UKM RI yang disampaikan oleh bapak Dendi Koeswara mengatakan Aceh menempati rengking 5 besar dari seluruh Indonesia dalam rangka melaksanakan pendampingan KUR di masyarakat untuk memperoleh pinjaman dana KUR bagi pelaku usaha produktif dan selain itu dinilai baik dalam membuat laporan keberhasilan memperoleh debitur tepat waktu.
Selain itu Kemenkop dan UKM RI juga mengapresiasi terhadap keseriusan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh dalam rangka memprogramkan kegiatan KUR pada APBA sehingga kekurangan pendamping KUR dari Kemenkop dan UKM RI dapat ditambah oleh Pemda Aceh secara umum dan khususnya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh, sehingga yang sebelumnya daerah Kabupaten yang belum ada Pendamping KUR, untuk anggaran 2019 ini sudah terpenuhi, (zoel)

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32