SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH ACEH
Jumlah Koperasi di Aceh Berdasarkan Tahun Buku 2019; Koperasi : 6.408 Unit, Aktif : 3.545 Unit, Tidak Aktif : 2.863 Unit persentase aktif 68%

Go Syariah: 88 Dewan Pengawas Syariah (DPS) Siap Membantu Koperasi Konvensional Menuju Syariah

Rabu, 11 Maret 2020 - Oleh diskopukm

Diskop.acehprov.go.id_Dinas Koperasi dan UKM Aceh bekerjasama dengan Bank Indonesia mengadakan seminar Implementasi Penerapan Qanun No. 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah di Gedung Serbaguna Gubernur Aceh, Rabu (11/3/2020). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Perwakilan SKPA, Perbankan, dan Utusan Dinas Koperasi dan UKM Kab/kota tersebut membahas sejauh mana kesiapan Koperasi-koperasi di Aceh dalam menerapkan regulasi tersebut.
Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota bahwa saat ini jumlah koperasi yang ada di Aceh sebanyak 6.409 unit, sedangkan koperasi yang aktif sejumlah 4.357. Namun, dari total yang aktif, koperasi yang melaporkan bahwa telah melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) di tahun 2019 sejumlah 807 unit. Berarti dari total yang aktif, hanya 18,5% koperasi aktif yang telah melaporkan pelaksanaan RAT di tahun 2019. Pelaksanaan RAT merupakan tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh koperasi, karena Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan salah satu dasar yang menandakan bahwa koperasi tersebut aktif.
Menurut Dr. Wildan, M.Pd selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, pada tahun 2019, Dinas Koperasi dan UKM Aceh melakukan terobosan baru dalam menanggapi penerapan Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah dengan melaksanakan pelatihan sekaligus Uji Sertifikasi untuk DPS (Dewan Pengawas Syariah). Kegiatan ini dilakukan karena peraturan mewajibkan bagi koperasi Syariah memiliki DPS. Didalam qanun No. 11 Tahun 2018 tersebut menyebutkan bahwa semua Lembaga Keuangan yang ada di Aceh harus menerapkan sistem Syariah dalam operasionalnya, termasuk juga koperasi yang bersifat simpan pinjam. Maka dari itu, dalam menyukseskan implementasi Qanun tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Aceh melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi sehingga telah meluluskan 88 orang yang berkompeten sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan 9 orang kompeten sebagai Dewan Syariah Aceh (DSA). Dalam penerapan bagi DPS dan DSA nantinya, Dewan Pengawas Syariah hanya bisa mendampingi Koperasi, sedangkan DSA bisa mendampingi Lembaga Keuangan lainnya seperti Perbankan.
PLT. Gubernur Aceh yang pada saat itu diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Keuangan Dr. Mahyuzar, M.Si menyampaikan bahwa sejak disahkannya sebagai sebuah regulasi di Aceh penerapan Qanun No. 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah sudah mulai menunjukkan progress yang membanggakan. Terbukti berbagai Lembaga keuangan yang ada di Aceh seperti perbankan, asuransi, pengadaian, sudah mulai berbenah dengan menerapkan sistem kerja Syariah. Beberapa perbankan nasional bahkan menunjukkan sikap optimis dalam menerapkan kebijakan ini. Pihak manajemen perbankan sangat yakin, penerapan sistem Syariah di Aceh bisa meraih keuntungan yang lebih besar ditahun-tahun mendatang. Mendorong semua koperasi di Aceh berada di garda terdepan dalam menerapkan kebijakan ini. Harapannya semua Koperasi Konvensional di Aceh harus berubah menjadi Koperasi Syariah. Pengembangan koperasi dari sistem konvensional menjadi Syariah harus kita dukung Bersama. Segala tantangan dan hambatan dari konversi itu harus dapat kita atasi dengan bijak sehingga koperasi di Aceh tidak hanya mampu memperkuat ekonomi rakyat, tapi juga menjadi yang terdepan dalam menggaungkan semangat implementasi syariat islam.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh menyerahkan secara langsung sertifikat Kompetensi kepada 88 orang yang telah lulus sebagai DPS, serta 9 orang yang lulus sebagai Dewan Syariah Aceh. “Dengan adanya DPS dan DSA ini, koperasi di Aceh semakin maju dan kepada yang telah kompeten agar dapat menjalankan amanah dalam membantu koperasi konvensional berubah ke koperasi Syariah”, kata Dr. Mahyuzar. (DR)