SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH ACEH
Jumlah Koperasi di Aceh Berdasarkan Tahun Buku 2019; Koperasi : 6.408 Unit, Aktif : 3.545 Unit, Tidak Aktif : 2.863 Unit persentase aktif 68%

Nilam Aceh Berkualitas

Selasa, 17 Maret 2020 - Oleh diskopukm

Meulaboh, 3 Maret Juli 2019, Tumbuhan Nilam (progestemon cablin) yang banyak di tanam oleh masyarakat Aceh dan sudah terkenal sejak Zaman Belanda hingga sekarang.
Tumbuhan Nilam Aceh terkenal karena mumpunyai kualitas minyak nilam yang sangat baik karena dipengaruhi rendemen zat minyak berkisar 2,5% hingga 3,3% dibandingkan dengan nilam di dunia hanya mencapai rata-rata sebesar 2,5%. Dengan kualitas ini, nilam Aceh banyak peminatnya, baik dalam negeri maupun luar negeri dan merupakan pemasuk minyak nilam tersebesar di dunia berasal dari Indonesia berkisar 80% hingga 90%.
Namun ternyata walaupun kualitas minyak nilam Aceh memiliki kualitas terbaik didunia, para petaninya belum sejahtera dengan hasil usaha tanaman nilam tersebut, Hal ini dikarenakan petani nilam belum bisa sepenuhnya untuk menghasilkan kualitas minyak nilam sesuai permintaan exporter dari luar negeri.
Selain itu juga petani belum mampu mengolah minyak nilam menjadi produk turunan seperti sabun dan bahan kecantikan.
Melihat keadaan petani keadaan ini, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sebagai Pembina di Provinsi bekerja sama dengan Pembina dari Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Aceh Barat mengadakan kegiatan Pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) Kabupaten Aceh Barat yang berlangsung di Meulaboh dari tanggal 3 s.d 7 Maret 2020.
Acara berlangsung dengan penyampaian laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Disperindag Kaupaten Aceh barat bapak Husaini, M.Pd kepada Bupati Aceh Barat dalam hal ini dihadiri okeh bapak Sekdakab Aceh Barat.
Dalam laporan tersebut disampaikan maksud dan tujuan kegiatan Pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) Kabupaten Aceh Barat adalah untuk meningkatkan kemampuan bagi anggota koperasi/pelaku usaha nilam dalam rangka inovasi Pengembangan usaha minyak nilam menjadi produk turunan agar dapat meningkatkan usaha dan pendapatan mereka.
Kegiatan debgan mengikutsertakan peserta sebanyak 20 orang terdiri dari pengurus koperasi usaha nilam dan narasumber dari Bappeda, Disperadag Aceh Barat, Diskop UK & M Aceh dan dari ARC Universitas Syiahkuala.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh bapak Dr. Wildan, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) Kabupaten Aceh Barat adalah untuk tercapainya pengembangan sektor riil dan pemberdayaan KUMKM.
Kegiatan ini merupakan momentum sangat penting dalam pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) di Kabupaten Aceh Barat dan merupakan program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing Koperasi yang segera kita implementasikan dan optimalkan untuk mengembangkan teknologi produksi komuditi nilam di tingkat petani, untuk mampu memproduksi produk turunan dari minyak nilam menjadi produk yang punya nilai tambah dari yang biasanya hanya menjual minyak nilam kepada pembeli.
Pada kesempatan lainnya pembukaan acara kegiatan Pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) Kabupaten Aceh Barat yang dibuka oleh bapak Sekda Aceh Barat mewakili Bupati mengatakan bahwa kegiatan Pembinaan Sentra Komuditi Unggulan Daerah (Nilam) Kabupaten Aceh Barat salah satu langkah penting dalam rangka memberdayakan usaha koperasi dengan melakukan pembinaan atau pelatihan, terutama bagi anggota koperasi yang bergerak di sektor usaha nilam.
Selain itu juga bahwa pelatihan/pembinaan yang dilakukan saat ini, kiranya dapat menjadi wahana saling tukar informasi antara para nara sumber dan para peserta/petani nilam terutama terhadap kualitas dan kuantitas hasil yang diperoleh, serta dapat melahirkan gagasan dan ide seperti pemanfaatan kembali limbah dan ampas yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak nilam. ujar bapak Sekdakab Aceh Barat bapak Drs. Adonis, M.Si..
Akhir dari sambutan bapak Sekda mengharapkan kepada peserta untuk dapat mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (zoel)